minie ngeyel
Selasa, 13 Maret 2012
Lampiran 1
Lampiran 1
Bersediakah Anda melatih otak Anda
supaya tidak gampang
stres? Temukan jawabannya dalam buku ini! Buku Seri Tune Up ini akan
membantu
siapa saja untuk menjalani hidup yang lebih menyenangkan dengan cara:
1. Meningkatkan aktivitas berpikir sebagai keterampilan fungsional diri
2. Memahami cara kerja otak dan cara memanfaatkannya dengan lebih efektif dalam belajar dan bekerja
3. Berpikir lebih nyata, adaptif, waspada, kritis, dan mandiri
4. Membebaskan diri dari pikiran yang bersifat dogmatis dan kekakuan mental serta lebih mudah beradaptasi dan mengurangi problema
5. Menyeimbangkan kedua belahan otak untuk membuat otak lebih mudah memunculkan ide-ide inovatif dan kreatif
Dengan begitu Anda akan lebih fleksibel secara mental juga belajar memahami berbagai sudut pandang, dan menemukan faktor yang amat penting dalam berbagai situasi dalam hidup Anda. Karena kita hanya akan berfungsi terbaik saat menjalani hidup dengan seluruh otak. Otak kiri dan otak kanan yang seimbang meningkatkan kualitas hidup.
1. Meningkatkan aktivitas berpikir sebagai keterampilan fungsional diri
2. Memahami cara kerja otak dan cara memanfaatkannya dengan lebih efektif dalam belajar dan bekerja
3. Berpikir lebih nyata, adaptif, waspada, kritis, dan mandiri
4. Membebaskan diri dari pikiran yang bersifat dogmatis dan kekakuan mental serta lebih mudah beradaptasi dan mengurangi problema
5. Menyeimbangkan kedua belahan otak untuk membuat otak lebih mudah memunculkan ide-ide inovatif dan kreatif
Dengan begitu Anda akan lebih fleksibel secara mental juga belajar memahami berbagai sudut pandang, dan menemukan faktor yang amat penting dalam berbagai situasi dalam hidup Anda. Karena kita hanya akan berfungsi terbaik saat menjalani hidup dengan seluruh otak. Otak kiri dan otak kanan yang seimbang meningkatkan kualitas hidup.
Kita cenderung
lebih mementingkan analisis, logika, dan matematika serta jarang seta
jarang
sekali memerhatikan atau mengoptimalkan fungsi belahan otak kanan. Pada
kenyataannya tidak lebih dari 10% mata pelajaran diajarkan di sekolah
yang
memakai fungsi belahan otak kanan, seperti kesenian dan musik.
Hasil penelitian
yang dilakukan di Amerika terhadap 311.207 orang dewasa menunjukkan
hasil
sebagai berikut:
- Terbiasa menggunakan otak kiri sebanyak 44,2%
- Terbiasa menggunakan otak secara seimbang 27,4%
- Terbiasa menggunakan otak kanan sebanyak 28,3%
Agar
otak dapat
bekerja secara seimbang, ada beberapa latihan yang dapat dilakukan,
diantaranya
adalah:
Latihan 1
Ned
Hermann,
seorang ahli dominasi otak, menyarankan jika kita seorang pemikir dengan
otak kanan
maka kita bisa melatih otak kiri dengan cara sebagai berikut:
- Pelajarilah cara kerja mesin yang sering kita gunakan
- Masukkan foto-foto kita pada album
- Usahakan tepat waktu setiap hari, aturlah pengeluaran pribadi kita
- Rangkailah rakitan model berdsarkan instruksi
- Bergabunglah dengan klub investasi
- Atasilah masalah-masalah yang ada dan analisislah bagian-bagian utamanya
Jika kita adalah
pemikir dominan otak kiri, maka kita bisa berusaha mengoptimalkan otak
kanan
dengan cara:
- Usahakan untuk memahami perasaan binatang peiharaan kita
- Temukan resep masakan dan praktikkanlah
- Bermainlah dengan tanah liat dan temukan hakikatnya
- Buatlah 500 foto tanpa menghawatirkan biayanya
- Ciptakan logo pribadi
- Kemudikan motor atau mobil ke mana saja tanpa merasa bersalah
- Bermainlah dengan anak-anak dengan cara yang mereka inginkan
- Sisihkan waktu jeda perasaan selama 10 menit setipa hari
- Hidupkan musik yang disukai ketika kita ingin mendengarkannya
- Ambillah “belokan” keliru dan telusurilah lingkungan yang baru
Latihan
2
Raymond
Dart
mengatakan bahwa kalau kita sering menggunakan dua anggota tubuh secara
seimbang berarti kita telah menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak
kanan.
Ia mengumukakan bahwa kordinasi dua sisi tubuh akan meningkatkan
kesatuan dan
keseimbangan penggunaan kedua belahan otak. Ini dapat dilakukan dengan
latihan
sederhana sbagai berikut:
- Menyilang secara terbalik: bersedekaplah dan bersila dengan cara yang terbalik dari kebiasaan kita.
- Gunakan tangan yang tidak sering kita gunakan
- Menulislah dengan menggunakan tangan yang tidak biasa digunakan untuk menulis
- Cobalah menulis atau menggambar dengan kedua tangan secara serempak
- Cobalah menulis di depan cermin
- Cobalah melakukan senam ringan dengan sentuhan silang
Lampiran 2
Lampiran 2
Disini kita akan mencoba bermain agar
apakah kita bisa mengembangkan antara otak kanan dan kiri,mula mula kita
bermain jempol dan kelingking dimana mereka saling berpasangan dan
saling
bergantian,disetiap kekana tangan kanan melihatkan jempolnya sementara
kiri
jari kelingkingnya yang di tunjukkan, lalu arah kiri bergantian jempol
kiri
yang yang ditunjukkan dan kanan kelingking begitu terus-menerus.
Kedua
tangan kanan menggambarkan anggka 8 sementara yang kiri angka 0 secara
bersamaan dan bergantian,tadi angga delapan yang dikanan sekarang
gantian kiri
yang menggambarkan angka 8 sementara kiri 0 dan masih secara bersamaan.
Ketiga,tanggan
kanan menyerupai pistol sementara yang kiri membuka jari 5, semakin
berpura-pura ditembak angka itu menjadi berkurang dari 5,4,3,2,1, itu
bergiliran dari tangan kanan kekiri.jadi bila kanan pistol kiri jari
5,kiri
pistol kanan menjadi 4,kanan pistol,kiri menjadi 3 dan seterusnya.
Disini
apakah siswa bisa melakukan permainan ini mereka bisa atau mereka
mempunyai
hambatan untuk melakukan permainan ini.
Lampiran 3
Lampiran 3
Pedoman
Tanya Jawab
- Bagaimana perasaan anda dalam mengikuti permainan ?
- Apa yang kalian peroleh dari permainan konsentrasi tersebut?
- Kendala apa yang membuat anda tidak berhasil dalam permainan tersebut? (bagi siswa yang tidak berhasil)
- Apa yang membuat kalian bisa berkonsentrasi (bagi siswa yang berhasil)?
Lampiran 4
Lampiran 4
Pedoman Observasi
Aspek yang diamati jumlah
- Siswa yang mengobrol saat materi yang disampaikan jumlah : 3 siswa
- siswa yang bertanya jumlah : 5 siswa
- Siswa yang belum mengerti materi dan belum mengerti tentang permainannya jumlh : 2siswa
- Siswa yang belum bisa menjelaskan materi jumlah : 2 siswa
- Siswa yang mengikuti permainan jumlah : 35 siswa
- Siswa yang mengutarakan pendapatnya saat dia belum berhasil dalam permainan ini. jumlah : 7 siswa
LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN
BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan : Menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri
Kelas : VII A SMP 1 WONOSEGORO
Waktu Pelaksanaan : Senin/ 13 Maret
2012
Hasil
- Kegiatan
Awal
Pertama
guru masuk kemudian guru memberi salam , Amengabsensi siswa Guru
menngulas materi minggu kemarin. Setelah itu guru menyampaikan materi
hari ini.
- Kegiatan
Inti
Guru memberikan menjelaskan
materi tentang menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri dan
menjelaskan permainan.
guru memberikan pemahaman tentang kegiatan layanan serta
harapannya setelah menyampaikan kegiatan layanan.
Kegiatan
Akhir
Guru bertanya kepada siswa
apa mereka sudah paham tentang materi yang disamapaikan jika belum guru
menjelaskan isi materi tersebut.Kemudian guru menyampaikan harapannya
setelah kegiatan layanan
selesai.
- Penilaian
Proses
- Penilaian
Hasil
1) Penilaian
Laiseg
Guru menilai atau melihat
berapa banyak
siswa yang berhasil dan tidak berhasil dalam permainan.apa penyebab anak
tidak berhasil,bermain sendiri,tidak berkonsentrasi melamun.
2) Penilaian
Laijapen
Guru mengulang lagi
permainan bagi siswa yang belun berhasil siswa memperhatikan semua dan
berhasil menyelesaikan permainan itu.
3) Penilaian
laijapang
Memantau perkembangan siswa
yang tidak
berhasil dalam berkonsentrasi dalam permainan serta memantau siswa
didalam
meningkatkan konsentrasi belajar
- Tindak
Lanjut
Guru memberikan layanan konseling bagi
siswa yang tidak berhasil dalam mengikuti kegiatan permainan, apa
hambatan siwa sehingga siswa tidak berhasil dalam permaianan dan
menyelesaikan permasalahan itu agar siwa dapat berhasil dalam permainan
SATUAN LAYANAN KONSELING
Kelas : VII A
Semester : II/2011-2012
Sasaran : DP (Perempuan)
Layanan/Bidang: Konseling individual/Bimbingan belajar
Judul/spesifikasi layanan : Menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri
Fungsi Layanan : Pengembangan,pemahaman
Tujuan Layanan : DP dapat menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri
Metode : menggunakan terapi
person-centered
Kegiatan Awal : Apa penyebab anak ini mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri
Kegiatan Inti : cari tahu tentang keterampilan konseling pada tahap eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi
Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
Kegiatan Awal : Apa penyebab anak ini mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri
Kegiatan Inti : cari tahu tentang keterampilan konseling pada tahap eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi
Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
Contoh Laporan Verbatim
Nama konselor : Tri Amini
Nama Konseli : Devi Putri
Wardani (DP)
Tanggal konseling
: 29 April 2012
Informasi mengenai Klien : DP berusia 15
tahun,anak pertama dari dua bersaudara,ibunya adalah ibu rumah tangga
sementara
ayahnya hanya seorang wiraswasta, adiknya berusia 9 tahun adik laki
satu-satunya.
Hari ini adalah kunjungan DP yang
pertama kalinya saya mendapat informasi dari guru Bk DP, perasaan saya
sebelum
proses konseli saya merasa senang dan menunggu-nunggu hari ini untuk
melakukan
konseling dengan DP. Dan saya yakin saya bisa menjalin hubungan baik
dengan DP,
pertama kali saya melihat DP mukanya terlihat pucat dan seperti tidak
punya
semangat. Berlangsungnya konseling selama 15 menit dia terlihat enggan
untuk
bercerita dan terlihat takut dan gugup seperti melihat seseorang yang
menakutkan, namun setelah saya memulai pembicaraan DP mulai mengeluarkan
perasaannya dan mulai mengungkapkan persoalannya. Saya berbicara :
Ko : Kelihatannya anda merasa
takut dan
tegang?
Ki : Ia bu saya merasa malu menceritakan
permasalahan saya
Ko : kenapa?
Ki : saya malu bu
Ko: kenapa harus malu?
Ceritakan saja
semua permasalahan yang anda alami itu mungkin dengan anda bercerita
bisa
sedikit melegakan perasaan anda
Ki : Saya kalau masalah
fikiran saya
lumayan baik tapi kalau masalah gerakan atau fisik saya lamban enttah
kenapa.
Ko: emmm lalu?
Ki: jadi pas kemarin ikut
permainan itu
saya selalu sala karena saya lamban dan sulit saya malu bu.
Ko: mmm…jadi anda merasa
minder dengan
teman-teman anda karenan anda lamban begitu
Ki: iya bu.
Ko: jadi apa yang ingin anda
lakukan?
Ki: saya ingin terus berusaha dalam
menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri saya,saya akan terus berusaha
dalam
menyeimbangkan itu semua
Ko: bagus kalau begitu anda berusaha
untuk bisa menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri anda. dan
bagaimnana cara anda untuk menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri
anda sendiri,disini anda akan sering terlatih antara otak kanan dan kiri
anda bila anda sering melatihnya dan bisa menyeimbangkan antara itak
kanan dan kiri anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
