Tips-tips Menggapai
Cita-cita
Banyak pendapat mengatakan bahwa bila kita ingin
melakukan sesuatu maka harus kita tetapkan dulu apa target atau tujuan kita.
Bahkan ada yang mengatakan bila ingin membeli sepeda misalnya, maka di
tempat-tempat yang sering kita lihat kita harus menempelkan gambar sepeda
tersebut untuk selalu menguatkan motivasi kita untuk meraihnya.
Ada suatu contoh yang baik, salah satu presiden
Amerika, Bill Clinton, semenjak kuliah dia sudah bercita-cita menjadi presiden.
Setiap hari dia selalu menyalami setiap orang yang bertemu dengannya dan
mengucapkan saya ingin jadi presiden. Dan ternyata, dengan motivasi yang selalu
terasah tajam maka dia berhasil meraih cita-citanya tersebut. Contoh tersebut
hanya salah satu dari sekian banyak contoh yang mungkin pernah anda dengar.
Selain itu, dengan adanya cita-cita, maka kita menjadi
lebih fokus untuk mengarahkan apa saja yang dia harus lakukan atau tempuh untuk
meraihnya. Misalnya jenjang pendidikan yang harus ditempuh, persiapan fisik,
persiapan mental, persiapan biaya, dan sebagainya.
1. Semangat terkait dengan Tujuan atau Cita-cita
Semangat (spirit) adalah faktor psikologis dimana
seseorang merasa terpacu dan segala daya dan upaya dikerahkan untuk meraih
suatu tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Biasanya makin dekat dan mudah tujuan
yang hendak dicapai maka semakin semangatlah untuk menggapainya. Sebaliknya
semakin jauh dan sulit tujuan, semakin kurang semangat untuk mencapainya. Oleh
karena itu agar kita tetap memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai tujuan
akhir jangka panjang (ending goals) maka buatlah tujuan-tujuan antara
(tentative/intermediate goals) yang realistis dan tidak terlalu susah sehingga
kitapun tidak kehilangan semangat untuk meraihnya. Jika telah mencapai tujuan
yang satu, maka lanjutkan ke tujuan berikutnya sehingga pada akhirnya tujuan
akhir tercapai juga.
Sebagai contoh misalnya tujuan akhir anda adalah
Penerbang (ending goals), maka buatlah tujuan-tujuan tentatifnya, misalnya
setiap harus banyak mempelajari ilmu-ilmu tentang Penerbangan, mempelajari
Dunia Penerbangan yang terkait, menjaga kesehatan agar selalu fit dan bugar,
harus bisa diterima di Sekolah Penerbangan, harus lulus tepat waktu dengan
nilai baik, dan bekerja sebagai Penerbang, dst. Pada akhirnya semua tujuan tentatif
itu tercapai tanpa kehilangan orientasi dan semangat, sehingga tak terasa
tujuan akhirnya pun semakin dekat, maka biasanya semakin tambah pula semangat
kita dalam menggapainya, hingga pada akhirnya anda benar-benar menjadi
Penerbang sesuai harapan/cita-cita.
2. Tujuan/Cita-cita harus Moderat dan Realistis
Mulailah dengan target-target yang mudah dan realistis
hingga yang rumit dan jangka panjang. Bagaimanapun dalam semua aspek kehidupan,
tujuan atau target yang ditetapkan itu harus realistis dan harus dapat dicapai
dengan cara, daya, dan upaya, juga biaya tertentu. Jangan membuat tujuan yang
tidak realistis sehingga tidak mungkin untuk mencapainya, baik dilihat dari
potensi, daya dan upaya, maupun biaya sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan
frustasi. Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tujuan adalah
bahwa tujuan itu tidak boleh terlalu sederhana karena biasanya tidak menantang
dan tidak akan membangkitkan semangat, begitu juga sebaliknya jangan terlalu
susah. Jadi tujuan yang ditetapkan idealnya menengah (moderat), terlalu susah
tidak, terlalu mudahpun tidak, realistis lah.
3. Berdoa dan Berkontemplasi sebagai Sarana untuk
Membangkitkan Semangat
Aspek lainnya adalah berdoa kepada Sang Maha Pemilik
hidup dan kehidupan ini juga penting. Kalau sudah berdoa, maka kita wajib
berusaha, dan jika berhasil maka kita wajib bersyukur, jika tidak berhasil
berarti tujuan itu bukan yang terbaik untuk kita di mata Tuhan Yang Maha Kuasa,
maka kita wajib bertawakal, bersyukur malah, sebab kalau kita paksakan juga
mungkin kita akan memperoleh bahaya dan derita di kemudian hari. Berdoa juga
merupakan salah satu cara untuk memperoleh semangat. Jika yang disebutkan di
atas masuk kategori semangat yang dibangkitkan dari luar (external spirit),
maka berdoa masuk kategori semangat yang tumbuh dari dalam (internal spirit).
Banyak ragam dan cara untuk membangkitkan semangat, baik internal maupun
eksternal, asal kita mau mencari dan menggalinya, dan mau tidak mau harus
sering merenungkannya (berkontemplasi) mengenai tujuan itu ditinjau dari
hakekat, urgensi, manfaat, upaya, dan biaya yang diperlukan untuk mencapainya.
4. Lakukan Evaluasi dan Penilaian
Aspek lain yang tidak kalah pentingnya adalah evaluasi
objektif dan penilaian terhadap apa yang telah dikerjakan di setiap langkahnya.
Jadi evaluasi dan penilaian atas segala daya dan upaya yang telah ditempuh juga
biaya yang telah dikeluarkan dalam rangka mencapai tujuan harus dilakukan
setiap hari. Saat yang baik adalah sebelum tidur, karena biasanya saat itu suasana
sudah hening dan pikiran sedang jernih, lalu dimantapkan lagi ba'da sholat
Shubuh. Luangkanlah waktu sekitar 15 menit untuk mengevaluasi efektivitas dan
efisiensi setiap upaya yang telah dilakukan hari itu, dan luangkan waktu 15
berikutnya untuk membuat rencana, strategi, taktik (siasat), dan
langkah-langkah yang akan ditempuh untuk memperbaiki kekurangan atau
mengembangkan upaya yang telah dilakukan sebelumnya untuk bahan proyeksi ke
depan.
5. Lakukan Pencatatan sebagai Bahan Evaluasi,
Pengambilan Keputusan, dan Proyeksi
Terakhir pecatatan atas setiap rencana (agenda)
tindakan, kendala, masalah, dan solusinya harus selalu ditulis dalam buku,
biasanya buku agenda, supaya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan
proyeksi ke depan. Oleh karena itu orang modern biasanya punya buku agenda,
gunanya tidak hanya untuk mencatat setiap kegiatan rutin, apalagi hanya diisi
oleh hal-hal cengeng dan tidak bermakna, melainkan untuk mencatat setiap aspek
penting kegiatan baik yang akan, sedang, maupun telah dilakukan berikut
kendala, masalah, dan solusinya yang sangat berguna sebagai bahan pengambilan
keputusan, bahan pengalaman, dan bahan proyeksi dalam membuat perencanaan
tujuan dan kegiatan di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat. Selamat
merencanakan dan memulai upaya dalam meraih cita-cita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar